|
KERAJINAN TANGAN DENGAN BAHAN KERAS
![]() |
DISUSUN
OLEH :
NAMA : RHUDY VAND HOUVEND
KELAS : IPS 2
SMA NEGERI 2
AMAHAI
TAHUN AJARAN
2014/2015
KATA
PENGANTAR
Bismillahirrahmanirrahim
Puji dan syukur penyusun panjatkan
kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada
penulis, sehingga makalah yang berjudul “iman Kepada Kitab-Kitab Allah Swt”
dapat tersusun dengan baik dan dapat disajikan dengan baik.
Penyusun menyadari bahwa dalam penyusunan
maupun pengkajiannya masih banyak kekurangan dan kelemahannya. Oleh karena itu,
kritik dan saran dari berbagai pihak yang sifat-sifatnya membangun sangat
penulis harapkan, demi untuk perbaikan di masa yang akan datang.
Demi kelancarannya mengerjakan tugas ini
saya ucapkan terima kasih kepada Kedua orang tua saya yang telah memberikan
motivasi dan semua teman – teman yang ikut membantu dalam penyusunan makalah
ini.
Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan
rahmat dan karunianya kepada kita semua, dan akhirnya mudah-mudahan makalah ini
walaupun sederhana dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan bagi para
pembaca pada umumnya.
Amiin ya robbal ‘alamin.
Masohi
, maret 2015
Penulis
DAFTAR
ISI
SAMPUL
KATA
PENGANTAR
DAFTAR
ISI
BAB
I PENDAHULUAN
A.
Rumusan
Masalah
B.
Tujuan
Pembuatan Makalah
C.
Metode
Penulisan
D.
Sistematika
Pembahasan
BAB
II IMAN KEPADA KITAB-KITAB ALLAH SWT
A.
Pengertian
Iman Kepada Kitab-Kitab Allah SWT
B.
Dalil-dalil
wahyu
C.
Dalil-dalil
akal
D.
Macam-macam
kitab Allah
E.
Kitab
dan Suhuf
F.
Nama-nama
kitab Allah dan Rasul yang menerimanya
G.
Fungsi
dan Hikmah Iman Kepada Kitab-Kitab Allah Swt
H.
Beriman
Kepada Kitab-Kitab Allah Perilaku SWT
I.
Cara
beriman kepada Kitab-Kitab Allah
BAB III PENUTUP
A.
Kesimpulan
B.
Saran
DAFTAR
PUSTAKA
BAB
I
PENDAHULUAN
A. Rumusan
Masalah
Sebagaimana kita
ketahui, Iman Kepada Kitab-Kitab Allah Swt berarti menyakini adanya kitab-kitab
yang diturunkan kepada Rasul dan Nabi untuk disampaikan kepada Umat Manusia.
Maka dari itu kita harus wajib berpedoman kepada kitab-kitab yang diturunkan
oleh Allah Swt kepada nabi dan rasul-Nya supaya untuk mendapatakan kebahagiaan
di dunia maupun diakhirat. Oleh karena itu di dalam pembahasan Makalah ini
penulis hanya akan membahas masalah “Iman Kepada Kitab-Kitab Allah Swt”.
B. Tujuan
Pembuatan Makalah
Adapun yang menjadi
tujuan dari pada pembuatan makalah yaitu sebagai berikut :
Ø
Sebagai
bahan bukti bahwa kita wajib percaya kepada kitab-kitab yang diturunkan oleh
Allah Swt kepada Nabi dan Rasulnya untuk umatnya di dunia.
Ø
Untuk
menambah wawasan dan mengetahui betapa wajibnya kita percaya kepada kitab-kitab
Allah.
C. Metode
Penulisan
Metode yang digunakan
dalam penulisan makalah ini adalah melalui pendekatan keperpustakaan sebagai
upaya pemantapan naskah penulis makalah.
D. Sistematika
Penulisan
Adapun sistematika
yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah : Kata Pengantar Yang memuat
ucapan terima kasih kepada pihak yang telah memberi motivasi
Daftar isi Yang
meliputi rangkuman pokok bahasan yang diuraikan dalam makalah ini.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Iman Kepada Kitab-Kitab Allah SWT
Menurut kamus besar
bahasa Indonesia, kitab yaitu buku : bacaan : wahyu Tuhan yang dibukukan.
Sedangkan iman yaitu keyakinan dan kepercayaan kepada Allah, nabi, kitab dst :
ketetapan hati; keteguhan batin; keseimbangan batin. Yang dimaksud iman kepada
kitab-kitab Allah adalah meyakini dengan sepenuh hati bahwa Allah SWT telah
menurunkan kitab-kitab-Nya kepada rasul-rasul-Nya untuk disampaikan kepada
umatnya sebagai pedoman hidup (petunjuk) bagi umat manusia supaya dapat meraih
kebahagian di dunia dan di akhirat. Kita wajib beriman bahwa setiap hukum yang
telah disampaikan para rasul kepada umat manusia itu atas perintah yang mereka
terima langsung atau dengan perantaraan malaikat. Beriman kepada kitab-kitab
Allah SWT berdasarkan firman Allah SWT dalam surat Al Baqarah ayat 285:
Artinya: Rasul telah
beriman kepada Al Qur’an yang diturunkan kepadanya dari Tuhan-nya, demikian
pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada
Allah,malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya .” (Q.S. Al
Baqarah (2) : 285)
Beriman kepada
kitab-kitab Allah SWT hukumnya wajib. Wajib beriman kepada kitab-kitab Allah
yang pernah diturunkan kepada para rasul-Nya; maka pengingkaran terhadap salah
satu kitab Allah, sama artinya dengan pengingkaran terhadap kitab-kitab Allah.
Mengingkari kitab Allah, sama pula artinya mengingkari kepada Rasulullah, para
Malaikat dan kepada Allah SWT. Orang yang mengaku Islam tetapi mengingkari iman
kepada kitab-kitab Allah termasuk murtad (keluar dari islam).
Sebab itu, kita wajib
beriman kepada kitab yang diturunkan Allah kepada Nabi Ibrahim dan Nabi musa
berupa suhuf-suhuf atau lembaran- lembaran (Q.S. 53 : 36-37), Taurat yang
diwahyukan kepada nabi Musa ( Q.S. 5 : 44), Zabur yang diturunkan kepada Nabi
Daud (Q.S. 17 : 55), Injil yang diwahyukan kepada Nabi Isa putra maryam (Q.S. 5
: 44), dan yang terakhir yaitu kitab Al Qur’an yang diturunkan kepada Nabi
Muhammad SAW (Q.S. 3 : 2-4) Iman kepada kitab-kitab Allah dahulu berarti kita
wajib percaya bahwa sebelum Al Qur’an, Allah SWT menurunkan kitab-kitab kepada
rasul-rasul dan nabi-nabi-Nya, iman yang tidak mengharuskan kita untuk
mengikuti dan patuh terhadap perundang-undangannya. Sebab perundang-undangan
kitab-kitab suci yang dahulu telah terhapus, telah digantikan dengan
perundang-undangan Al Qur’an. Maka Al Qur’anlah satu-satunya kitab yang
sekarang kita ikuti dan kita imani.
B. Dalil-Dalil
Wahyu
1.
Perintah Allah Ta'ala untuk beriman kepada Kitab-Kitab-Nya dan penjelasan Allah
tentang kitab-kitab tersebut. Allah Ta'ala berfirman,
"Hai orang-orang
yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dna kepada kitab yang
Allah turunkan kepada Rasul-Nya, serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya."
(An-Nisa': 136). "Dia menurunkan
Al-Kitab (Al-Qur'an) kepadamu dengan sebenarnya membenarkan kitab yang telah
diturunkan sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil. Sebelum (Al-Qur'an),
menjadi petunjuk bagi manusia, dan Dia menurunkan Al-Furqan." (Ali Imran:
3-4).
"Dan Kami telah turunkan kepadamu
Al-Qur'an dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu
kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab
yang lain." (Al-Maidah: 48).
"Dan Kami berikan Zabur kepada
Daud." (An-Nisa: 163).
"Dan sesungguhnya Al-Qur'an ini
benar-benar diturunkan oleh Tuhan semesta alam. Al-Qur'an dibawa turun oleh
Ar-Ruh Al-Amin (Jibril). Ke dalam hatimu (Muhamma) agar kamu menjadi salah
seorang di antara orang-orang yang memberi peringatan. Dengan bahasa Arab yang
jelas. Dan sesungguhnya Al-Qur'an itu benar-benar (tersebut) dalam Kitab-kitab
orang yang dahulu." (Asy-Syua'ra': 192-196).
"Sesunguhnya ini benar-benar terdapat
dalam kitab-kitab yang dahulu. (Yaitu) Kitab-kitab Ibrahim dan Musa."
(Al-A'la: 18-19).
2. Penjelasan
Rasulullah saw. tentang kitab-kitab tersebut dalam banyak sekali hadits,
misalnya,
"Sesungguhnya keberadaan kalian
terhadap orang-orang sebelum kalian ialah seperti waktu antara shalat Ashar
dengan terbenamnya matahari. Pemeluk Kitab Taurat diberi Kitab Taurat, kemudian
mereka mengamalkannya hingga pertengahan siang, kemudian mereka tidak mampu
melaksanakannya kemudian diberi uang satu qirath satu qirath (pecahan uang
dinar). Pemeluk Kitab Injil diberi Kitab Injil, kemudian mereka mengamalkannya
hingga shalat Ashar dikerjakan, kemudian mereka tidak mampu mengamalkannya,
kemudian mereka diberi uang satu qirath satu qirath. Kemudian kalian diberi
Al-Qur'an, kemudian kalian mengamalkannya hingga matahari terbenam, kemudian
kalian diberi uang dua qirath dua qirath. Para Ahli Kitab berkata, ‘Mereka
lebih sedikit amal perbuatannya daripada kami, namun lebih banyak pahalanya,'
Allah berfirman, ‘Apakah Aku mengurangi sedikitpun dari hak kalian?' Mereka
menjawab, ‘Tidak'.
Allah berfirman, 'Itulah karunia-Ku yang
Aku berikan kepada siapa yang Aku kehendaki'. (Diriwayatkan Al-Bukhari).
"Bacaan diperingan bagi Nabi Daud,
kemudian ia memeritnahkan hewannya diberi pelana, kemudian ia membaca Taurat
atau Injil sebelum hewannya diberi pelana, dan ia tidak akan makan kecuali dari
hasil kerja tangannya sendiri." (Diriwayatkan Al-Bukhari).
"Tidak boleh dengki, kecuali kepada
dua orang: Orang yang diberi Al-Qur'an oleh Allah, kemudian ia membacanya di
pertengahan malam, dan pertengahan siang. Dan orang yang diberi harta, kemudian
ia menginfakkannya di pertengahan malam, dan di pertengahan siang."
(Diriwayatkan Al-Bukhari).
"Aku tinggalkan pada kalian selagi
kalian berpegang teguh padanya, kalian tidak akan sesat, yaitu Kitabullah, dan
Sunah Rasul-Nya." (Diriwayatkan Al-Hakim. Hadits ini shahih).
"Kalian jangan membenarkan Ahli Kitab,
dan jangan mendustakan mereka. Namun ucapkanlah, ‘Kami beriman kepada apa yang
diturunkan kepada kami dan diturunkan kepada kalian, Tuhan kita, dan Tuhan
kalian adalah satu, dan kita menyerahkan diri kepada-Nya'." (Diriwayatkan
Al-Bukhari).
3. Keimanan jutaan
ulama, orang-orang bijak, dan orang-orang beriman di setiap zaman dan tempat,
dan keyakinan kuat mereka bahwa Allah Ta'ala telah menurunkan kitab-kitab yang
diwahyukan kepada rasul-rasul-Nya, manusia terbaik pilihan-Nya.
C. Dalil-Dalil
Akal
1. Kelemahan manusia dan kebutuhannya kepada
Tuhan mereka dalam memperbaiki jasmani dan ruhaninya. Itu menghendaki penurunan
kitab-kitab-Nya, yang berisi undang-undang dan hukum-hukum, yang mewujudkan
kesempurnaan pada manusia dan apa yang mereka butuhkan dalam kehidupan dunia
mereka dan kehidupan akhirat mereka.
2. Para rasul adalah
mediator antara Allah Ta'ala dengan hamba-hamba-Nya. Para rasul tersebut tidak
berbeda dengan manusia lainnya yang hidup pada zaman tertentu, kemudian
meninggal dunia. Jika mereka tidak memiliki risalah yang dikandung kitab
tertentu, pastilah risalah mereka hilang begitu saja bersamaan dengan kematian
mereka. Dan manusia sepeninggal mereka hidup tanpa risalah dan tanpa mediator.
Akibatnya, hilanglah tujuan utama wahyu dan risalah. Tidak diragukan lagi,
bahwa kondisi ini menghendaki penurunan kitab-kitab Ilahiyah.
3. Jika rasul menyeru
kepada Allah Ta'ala tidak membawa Kitab dari Tuhannya, yang di dalamnya
terdapat undang-undang, petunjuk, dan kebaikan, maka dengan mudah manusia
mendustakannya dan mengingkari risalahnya. Jadi, kondisi ini menghendaki
penurunan Kitab-Kitab Ilahiyah untuk menegakkan hujjah pada manusia.
Kelebihan Alquran
atas Kitab-Kitab sebelumnya:
Dari segi turunnya: AlQuran diturunkan
kepada Muhammad SAW dengan Haq, kemudian para sahabat memperolehnya dengan cara
hafalan dan ditulis.
(بالحق أنزلناه وبالحق
نزل ) (Al isra" :105)
Kandungan AlQuran sempurna, Yaitu menjadi
pertimbangan kebenaran terhadap kitab-kitab sebelumnya, Apa-apa yang sesuai
dengan Alquran maka itulah yang Haq. (و انزلنا إليك الكتاب بالحق مصدقا لما بين يديه
من الكتاب ومهيمنا عليه )( Al Maidah: 48).
AlQuran adalah satu-satunya kitab Suci yang
selamat dari penyelewengan dan perubahan yang dilakukan oleh pengikutnya yang
tak bertanggung jawab.
( انا نحن نزلنا الذكر
و انا له لحافظون ) (AlHijr: 9)
Bahasa yang dipakai di dalam AlQuran sangat
indah tidak akan ada yang mampu membuat ayat seperti itu. (Baca AlBaqarah:
23-24)
AlQuran adalah petunjuk dan syifaaun. (baca
Yunus: 57)
AlQuran adalah Kitab yng pling sering
dibaca Manusia.
D. Macam-macam Kitab Allah
Dalam agama Islam
dikenal empat buah kitab yang wajib kita percaya serta kita imani. Jumlah kitab
suci sebenarnya tidak dijelaskan dalam Alquran dan juga dalam Hadis. Selain
dari kitab Allah yang diturunkan melalui rosul melalui malaikat jibril, kita
juga bisa berpedoman pada hadist nabi Muhammah SAW dan sahifah-sahifah / suhuf
/ lembaran firman Allah SWT yang diturunkan pada nabi Adam, Ibrahim dan Musa
AS.
Percaya pada
kitab-kitab Allah SWT hukumnya adalah wajib 'ain atau wajib bagi seluruh warga
muslimin di seluruh dunia. Dilihat dari pengertian atau arti definisi, kitab
Allah SWT adalah kitab suci yang merupakan wahyu yang diturunkan oleh Allah SWT
melalui rasul-rasulnya untuk dijadikan pedoman hidup umat manusia sepanjang
masa. Orang yang mengingkari serta tidak percaya kepada Alquran disebut
orang-orang yang murtad.
Daftar kitab Allah
SWT beserta Rasul penerima wahyunya :
1. Kitab Taurat
diturunkan kepada Nabi Musa AS berbahasa Ibrani
2. Kitab Zabur
diturunkan kepada Nabi Daud AS berbahasa Qibti
3. Kitab Injil diturunkan
kepada Nabi Isa AS berbahasa Suryani
4. Kitab Al-Quran
diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW berbahasa Arab
Tambahan :
Kitab suci injil yang
saat ini dijadikan kitab suci oleh kaum nasrani / kristen katolik &
protestan sangat berbeda dengan injil yang diwahyukan kepada nabi Isa AS semasa
hidupnya untuk kaumnya. Oleh sebab itu datang Alqur'an untuk menjadi
penyempurna seluruh kitab suci yang pernah ada.
E. Kitab
dan Suhuf
Yang dimaksud kitab
ialah kumulan firman Allah Swt yang diwahyukan kepada rasul-Nya. Wahyu itu
dicatat dalam lembaran-lebaran kertas. Lembaran-lembaran itu kemudian disatukan
menjado ancaman buku besar dan disusun secara sistematis sesuai petunjuk rasul
sendiri. Kumpulan lembaran-lembaran ang sudah berwujud buku itu lazimnya
disebut sebagai kitab.
Kitab yang diturunkan
Allah Swt ada empat. Keempat kitab Allah Swt itu adalah Taurat, zabur, injil
dan Al-Qur’an. Kitab-kitab itu memiliki kesamaan dan perbedaan. Persamaannya
ialah semua kitab itu menganjurkan keesaan Allah Swt. Sehingga agama-agama
sebelum islam lahir dikenal dengan sebutan agama tauhid, yakni agama yang
mengajarkan tentang keesaan Allah Swt. Perbedaannya terletak pada sifatnya.
Kitab-kitab sebelum al-qur’an bersifat local dan ajaran-ajarannya sederhana,
sedangkan Al-Qur’an bersifat universal dan abadi sepanjang masa serta lebih
luas ajarannya.
Adapun yang dimaksud
suhuf adalah lembaran-lembaran yang berisi kumpulan wahyu Allah Swt. Yang
diberikan kepada rasul-Nya untuk disampaikan kepada umat manusia. Dengan
demikian, juga kita bandingkan dengan kitab, suhuf relatif lebih sedikit dari
pada kitab. Beberapa suhuf dikumpulkan sehingga menjadio sebuah kitab. Allah
Swt berfirman sebagai berikut :
Artinya :
“Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, (yaitu)
Kitab-kitab Ibrahim dan Musa.” (QS. Al-A’laa : 18-19)
Ada persamaan dan
perbedaan antara kitab dan suhuf
Persamaan : Kitab dan
suhuf sama-sama wahyu dari Allah.
Perbedaan :
1. Isi kitab lebih
lengkap daripada isi suhuf
2. Kitab dibukukan
sedangkan suhuf tidak dibukukan.
F.
Nama-nama kitab Allah dan Rasul yang menerimanya
Menurut Jumhur Ulama,
Kitab-kitab Allah SWT yang diturunkan kepada para rasul jumlahnya ada 104. Dari
104 itu, 50 buah diberikan kepada Nabi Tsis As., 30 buah diberikan kepada Nabi
Idris As., 10 buah diberikan kepada Nabi Ibrahim As. dan 10 buah diberikan
kepada Nabi Musa As. seratus buah kitab ini lazim disebut Shuhuf. Sedangkan
yang empat lagi disebut kitab, yakni kitab Taurat untuk Nabi Musa As., kitab
Zabur untuk Nabi Dawud As., kitab Injil untuk Nabi Isa As. dan kitab Al Qur’an
untuk Nabi Muhammad Saw.
1. Kitab Taurat
Kitab Taurat diturunkan kepada Nabi Musa
As. di bukit Tursina (Mesir) sekitar abad 12 Sebelum Masehi dalam bahasa
tulisan orang Yahudi dan orang yang berpegang teguh kepadanya disebut kaum
Yahudi. Firman Allah SWT dalam QS Al Maidah ayat 44 :
”Sesungguhnya Kami
telah menurunkan kitab Taurat di dalamnya (ada) petunjuk dan cahaya (yang
menerangi), yang dengan kitab itu diputuskan perkara orang-orang Yahudi oleh
nabi-nabi yang menyerah diri kepada Allah, oleh orang-orang alim mereka dan
pendeta-pendeta mereka, disebabkan mereka diperintahkan memelihara Kitab-Kitab
Allah dan mereka menjadi saksi terhadapnya...”.
Pokok ajaran kitab Taurat berisi tentang
Aqidah (Tauhid) dan hukum-hukum syari’at yang dikenal dengan istilah The Ten
Commandements (Sepuluh Perintah Tuhan), yaitu :
Kewajiban meyakini keesaan Allah SWT
Larangan menyembah berhala/patung
Larangan menyebut nama Allah dengan sia-sia
Perintah mensucikan hari Sabtu (Sabat)
Kewajiban menghormati kedua orang tua
Larangan membunuh sesama manusia
Larangan berbuat zina
Larangan mencuri
Larangan menjadi saksi palsu
Larangan mengambil hak orang lain.
2. Kitab Zabur
Kitab Zabur diturunkan kepada Nabi Dawud
As. di Yerussalem (Israel) sekitar abad 10 Sebelum Masehi dalam bahasa tulisan
Nabi Dawud sendiri yaitu bahasa Qibty. Pokok ajaran kitab Zabur berisi tentang
dzikir, nasehat dan hikmah tidak memuat hukum-hukum syari’at. Menurut
orang-orang Yahudi dan Nasrani kitab Zabur sekarang terdapat dalam kitab
perjanjian lama (mazmur) dan terdiri atas 150 pasal. Kitab Zabur merupakan
petunjuk bagi umar Nabi Dawud As. agar bertauhid kepada Allah SWT. Firman Allah
SWT dalam QS Al Isra ayat 55 :
” ... dan
Sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang
lain), dan Kami berikan Zabur kepada Dawud.”
3. Kitab Injil
Kitab Injil diturunkan kepada Nabi Isa As.
di Yerussalem (Israel) sekitar abad I Masehi dalam bahasa dan tulisan Ibrani
dan orang yang berpegang teguh kepadanya disebut kaum Nasrani Pokok ajaran
kitab Injil sama dengan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya tetapi sebagian
menghapus hukum-hukum yang terdapat dalam kitab Taurat yang tidak sesuai dengan
zaman itu. Sehingga kitab Injil yang asli tidak diketahui lagi keberadaanya.
Firman Allah SWT dalam QS Al Maidah ayat 46 :
”dan Kami iringkan
jejak mereka (nabi Nabi Bani Israil) dengan Isa putera Maryam, membenarkan
kitab yang sebelumnya, Yaitu: Taurat. dan Kami telah memberikan kepadanya kitab
Injil sedang didalamnya (ada) petunjuk dan dan cahaya (yang menerangi), dan
membenarkan kitab yang sebelumnya, Yaitu kitab Taurat. dan menjadi petunjuk
serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa”.
4. Kitab Suci Al
Qur’an
Kitab Suci Al Qur’an diturunkan kepada
Nabi Muhammad Saw. di Makkah dan Madinah (Arab Saudi) pada abad VI Masehi dalam
bahasa dan tulisan bangsa Arab suku Quraisy. Pokok ajaran kitab Suci Al Qur’an
berisi tentang aqidah (Tauhid), hukum-hukum syari’at dan muamalat, sebagian
isinya menghapus hukum-hukum syari’at yang terdapat dalam kitab-kitab terdahulu
dan melengkapinya dengan hukum-hukum syari’at yang sesuai dengan perkembangan
zaman. Firman Allah SWT dalam QS Yusuf ayat 2 : ”Sesungguhnya Kami
menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya”.
Dari keempat kitab itu yang masih terjaga
hanya tinggal Al Qur’an saja, sedangkan kitab Taurat, Zabur dan Injil hanya
tinggal namanya saja. Ketiga kitab tersebut telah dinaskh oleh Suci Al Qur’an,
artinya sejak kitab Suci Al Qur’an diturunkan maka ketiga kitab itu tidak
berlaku lagi. Selain itu ketiga kitab tersebut telah banyak berubah atau
diganti sehingga tidak asli atau suci lagi. Sedangkan kitab Suci Al Qur’an
tetap terjaga kesuciannya sampai hari Kiamat sebab Allah SWT sendiri yang
menjamin keasliannya.
Firman Allah SWT
dalam QS Al Hijr ayat 9 :
”Sesungguhnya
Kami-lah yang menurunkan Al Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar
memeliharanya.”
Kedudukan-kedudukan
al-Qur’an antara lain:
a. Sebagai wahyu
Allah swt yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw
b. Sebagai mukjizat
Nabi Muhammad saw
c. Sebagai pedoman
hidup manusia agar tercapai kebahagiaan di dunia dan akhirat
d. Sebagai sumber
dari segala sumber hukum Islam
G.
Fungsi dan Hikmah Iman Kepada Kitab-Kitab Allah Swt
Fungsi dan Hikmah
Iman Kepada Kitab Allah
1. Fungsi Iman kepada
Kitab-kitab Allah
a. Untuk meningkatkan
kualitas kehidupan pribadi
b. Untuk membangun
kehidupan bermasyarakat
c. Untuk menjalin
kerukunan dalam hidup berbangsa dan bernegara
Hikmah Iman kepada
Kitab-kitab Allah :
a.
Meningkatkan
keimanan kepada Allah swt yang telah mengutus para rasul untuk menyampaikan
risalahnya.
b.
Hidup
manusia menjadi tertata karena adanya hukum yang bersumber pada kitab suci
c.
Termotivasi
untuk beribadah dan menjalankan kewajiban-kewajiban agama, seperti yang
tertuang dalam kitab suci
d.
Menumbuhkan
sikap optimis karena telah dikaruniai pedoman hidup dari Allah untuk meraih
kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat
e.
Terjaga
ketakwaannya dengan selalu menjalankan perintah Allah dan menjauhi semua
larangan-Nya
Penerapan Hikmah Iman
terhadap Kitab-kitab Suci :
1. Beriman kepada
kitab-kitab sebelum al-Qur’an. Caranya adalah:
a.
Meyakini
kebenaran yang terkandung dalam kitab-kitab Allah
b.
Meyakini
bahwa kitab-kitab itu benar-benar wahyu Allah bukan karangan para nabi dan
rasul
2. Beriman kepada
al-Qur’an. Caranya adalah:
a.
Meyakini
bahwa al-Qur’an benar-benar wahyu Allah, bukan karangan Nabi Muhammad saw
b.
Meyakini
bahwa isi al-Qur’an dijamin kebenarannya, tanpa ada keraguan sedikit pun
c.
Mempelajari,
memahami, dan menghayati isi kandungan al-Qur’an
d.
Mengamalkan
ajaran al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari
Hikmah
Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah SWT
Dalam menerapkan
hikmah beriman kepada kitab-kitab Allah SWT, imlementasinya sebagai berikut:
a.
Beriman
kepada Allah SWT hukumnya adalah wajib. Harus melakukan, tidak boleh
meninggalkan. Orang yang beriman kepada kitab-kitab Allah akan mendapatkan
balasan dari Allah SWT berupa ganjaran.
b.
Menjadikan
Al Qur’an sebagai pedoman hidup dimana Al Qur’an merupakan penyempurna dari
kitab-kitab terdahulu. Orang-orang yang beriman kepada kitab-kitab Allah akan
membuktikan keimanannya selalu sesuai dengan ajaran Allah SWT, sehingga dalam
hidupnya akan mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat (pelajari Q.S. Al Baqarah
(2) : 25).
c.
Memberikan
kemantapan dalam menjalani keislaman.
Al
Qur’an adalah firman Allah SWT dan mukjizat terbesar yang diberikan kepada Nabi
Muhammad SAW sebagai bukti kerasulannya dan sampai akhiruz zaman tetap terjaga
kemurniannya.(Q.S. 15 : 9).
Orang Muslim beriman
kepada semua Kitab yang pernah diturunkan Allah Ta'ala, dan semua Shuhuf yang
diberikan Allah Ta'ala kepada sebagian rasul-Nya. Serta bahwa itu semua adalah
firman-Nya yang diwahyukan kepada rasul-rasul-Nya agar mereka menyampaikan
Syari'at dan agama dari-Nya. Kitab terbesar ialah empat kitab: Al-Qur'an yang
diturunkan kepada Nabi Muhammad saw., Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa
a.s., Zabur yang diturunkan kepada Nabi Daud a.s., dan Injil yang diturunkan
kepada hamba Allah dan Rasul-Nya, Isa 'Alaihis Salam. Al-Qur'an adalah kitab
teragung di antara keempat kitab tersebut, pengendali kitab-kitab tersebut, dan
penghapus semua Syariat dan hukum-hukum kitab-kitab sebelumnya, berdasarkan
dalil-dalil wahyu dan dalil-dalil akal.
H.
Beriman Kepada Kitab-Kitab Allah Perilaku SWT
Dalam menampilkan
perilaku yang mencerminkan keimanan kepada Allah SWT berkaitan erat dengan
sikap mental, pikiran dan perasaan. Oleh sebab itu, seseorang yang beriman atau
tidak yang tahu persis hanyalah Allah SWT. Akan tetapi sebagai muslim, tentunya
dapat membuktikan dan mewujudkan keimanannya dengan sikap perilaku dalam
kehidupan sehari-hari.
Perilaku orang yang
beriman kepada kitab-kitab Allah SWT dapat dicerminkan dengan sinyalemen
sebagai berikut:
a.
Meyakini
bahwa sebelum Al Qur’an, Allah SWT menurunkan kitab-kitab kepada rasul-rasul
dan nabi-nabi-Nya. Sebagaimana firman-Nya: Artinya: “ Dia menurunkan Al Kitab
(Al Qur’an) kepadamu dengan sebenarnya; membenarkan kitab yang telah diturunkan
sebelumnya dan menurunkan Taurat dan Injil.” (Q.S. Ali Imran (3) : 3).
b.
Meyakini
dengan sebenarnya bahwa kitab yang terakhir adalah Al Qur’an yaitu sebagai pedoman
hidup. (pelajari Q.S. 5 : 48).
c.
Menyembah
dan beribadah hanya kepada Allah SWT. (pelajari Q.S. 51 : 56)
d.
Meyakini
bahwa Al Qur’an adalah mukjizat Nabi Muhamad SAW sebagai penyempurna.
Kitab-kitab
dahulu tidak universal ajarannya. Aturan-aturan yang terkandung didalamnya pada
umumnya hanya sesuai dengan masa dan tempat kitab-kitab itu diturunkan. Oleh
karena itu Al Qur’an diturunkan untuk menyempurnakan kitab-kitab suci itu.
Artinya:
“
Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan
kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu.”(Q.S. Al
Maidah (5) : 3).
e.
Meyakini
bahwa teks asli dari kitab yang telah lalu telah hilang sama sekali dan
bahasanya telah mati sejak beberapa abad yang silam. Hanya Al Qur’an yang
sampai sekarang tidak pernah berubah hatta satu huruf sekalipun.
I. Cara beriman
kepada Kitab-Kitab Allah
Beriman kepada
kitab-kitab Allah ada dua cara, yaitu :
1. Beriman kepada
kitab-kitab sebelum Al-Qur’an
a.
Meyakini
bahwa kitab-kitab itu benar-benar wahyu Allah, bukan karangan para rasul
b.
Meyakini
kebenaran isinya
2. Beriman kepada
Al-Qur’an
a.
Meyakini
bahwa Al-Qur’an itu benar-benar wahyu Allah bukan karangan Nabi Muhammad Saw
b.
Meyakini
bahwa isi Al-Qur’an dijamin kebenarannya, tanpa ada keraguan sedikitpun
c.
Mempelajari,
memahami, dan menghayati isi kandungan Al-Qur’an
d.
Mengamalkan
ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Perbedaan cara
beriman kepada kitab-kitab Allah selain Al-Qur’an dan kepada Al-Qur’an sendiri
disebabkan :
1.
Masa
berlakunya kitab-kitab sebelum Al-Qur’an sudah selesai
2.
Kitab-kitab
sebelum Al-Qur’an terlalu terbatas pada satu umat saja
3.
Kandungan
pokok dari kitab-kitab sebelum Al-Quran telah termuat dalam Al-Qur’an
BAB
III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Dari uraian di atas
dapat ditarik beberapa kesimpulan diantaranya sebagai berikut : Iman kepada
kitab-kitab Allah SWT. Adalah mengakui, mempercayai dan meyakini bahwa Allah
SWT telah menurunkan kitab kepada para nabi dan Rasul-Nya yang berisi ajaran
Allah SWT. Untuk di sampaikan kepada umatnya masing-masing. Mengimani kitab
Allah SWT, wajib hukumnya. Mengingkari salah satu kitab Allah SWT sama saja
mengingkari seluruh kitab-kitab Allah SWT dan mengingkari para Rasul-Nya,
malaikat dan mengingkari Allah SWT sendiri.
B.
Saran
Dari sumber yang
diperoleh akhirnya penulis ingin menyampaikan saran kepada pembaca bila akan
menyampaikan :
1.
Kita
harus memahami sumber terlebih dahulu agar saat menyampaikan tidak akan keliru
2.
Saat
menyampaikan kita harus tahu banyak tentang iman kepada kitab-kitab Allah SWT
dalam ajaran islam. Sekian dan terima kasih
DAFTAR
PUSTAKA
Syamsuri.2003. Pendidikan Agama
Islam. Erlangga. Jakarta
Isma’il, Sa’id, DR, Perbandingan
‘Aqidah Islam & Kristen Menurut Al-Quran & Bibel, terjemahan H. Suhairi
Ilyas, MA, Yayasan al-Anshar Bukitinggi, cet.I.th.1990.
Miftah Faridh, Drs, Pokok-Pokok
Ajaran Islam, PUSTAKA Bandung cet. 3 th. 1982.
Miftah Fardih dan Agus
Syihabuddin, Al-Quran Sumber Hukum Islam Yang Pertama, PUSTAKA Bandung, cet.1
th.1989.
Al-Qathtan, Manna’, Mabahits fi
Ulum al-Quran, Muasasah ar-Risalah Beirut, cet.4.th.1976.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar